Investment To Make Us Bigger, Stronger, Better!

Mendapatkan Investasi Untuk Membuat Kita Jadi Besar, Kuat Dan Lebih baik!


ITSCL, March 2017 - During King Salman visit to Jakarta, Indonesia, Saudi firm sign $2 Billion commitment to build low cost housing in Indonesia. State construction firm, PT Wijaya Karya (WIKA) signed a US$2 billion commitment with Saudi Arabian firm, Adil Makki Contracting Company (AMCO) last week to build 8,000 low cost housing units, as part of government infrastructure improvement. “The realization of the MoU can take place next year,” said Roslan Roeslani, chairman of Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN), after the signing ceremony during the Indonesia-Saudi Arabia Business Forum in the Grand Hyatt.

Selama kunjungan Raja Salman ke Jakarta, Indonesia, perusahaan Saudi menandatangani komitmen kerjasa sebesar US$ 2 Miliar untuk membangun pembangunan perumahan murah di Indonesia. perusahaan konstruksi negara, PT Wijaya Karya (WIKA) menandatangani komitmen US $ 2 Miliar dengan perusahaan Arab Saudi, Adil Makki Perusahaan Kontraktor (AMCO) pekan lalu untuk pelaksanaan program pemembangunan 8.000 unit rumah murah, sebagai bagian dari perbaikan infrastruktur pemerintah. "Realisasi MoU bisa berlangsung tahun depan," kata Rosan Roeslani, Ketua Kadin Indonesia dan Industri (KADIN), setelah upacara penandatanganan perjanjian kerjasama Indonesia-Arab Saudi di Forum Bisnis yang berlokasi di Hotel Grand Hyatt.

KADIN invites more Saudi businesspeople to invest in infrastructure amid Indonesia's limited state budget and vision to accelerate development of roads, ports, water, sanitary systems and other public facilities. The country is targeting to build thousands of kilometers of toll roads, dozens of dams, airports and seaports as well as an additional 35,000 MW of power plants within the 2015 to 2019 period to cut down its high logistics cost that now accounts for more than 20 percent of its Gross Domestic Product.

KADIN secara langsung mengundang pengusaha Arab Saudi untuk berinvestasi di bidang infrastruktur di tengah anggaran negara Indonesia yang saat ini semakin terbatas dan visi untuk mempercepat pembangunan jalan, pelabuhan, airport, sistem sanitasi dan fasilitas umum lainnya. Melalui perjanjian yang di bangun bersama, Negara Arab Saudi menargetkan membangun ribuan kilometer jalan tol, puluhan bendungan, bandara dan pelabuhan laut serta tambahan 35.000 MW pembangkit listrik dalam periode tahun 2015 untuk periode 2019 untuk mengurangi biaya logistik tinggi yang saat ini menyumbang lebih dari 20 persen dari Produk Domestik Bruto.

According to an assessment by the National Development Planning Board (Bappenas), the total investment needs for the period amount to Rp 4.8 quadrillion (US$369.2 billion), of which national and regional budgets can only cover Rp 1.98 quadrillion. WIKA and AMCO signing took place during the Indonesia-Saudi Arabia business forum attended by businesspeople and high officials from both countries, including Indonesia Investment Coordinating Board (BKPM) head Thomas “Tom” Lembong, Trade Minister Enggartiasto “Enggar” Lukita and Governor of the General Authority for Small and Medium Enterprises from Saudi Arabia, Ghassan Ahmed Al Sulaiman.

Menurut penilaian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), total kebutuhan investasi yang di butuhkan adalah Rp 4,8 kuadriliun (setara dengan US$ 369.200.000.000), dimana anggaran nasional dan daerah hanya dapat menutupi sekitar Rp 1,98 kuadriliun. Penandatanganan perjanjian kerjasama WIKA dan AMCO berlangsung selama forum bisnis Indonesia-Arab Saudi dihadiri oleh pengusaha dan pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Badan Indonesia Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kepala Thomas Lembong, Menteri Perdagangan Enggartiasto Enggartiasto Lukita dan Gubernur Otoritas Umum untuk Usaha Kecil dan Menengah dari Arab Saudi, Ghassan Ahmed Al Sulaiman.

Last week, there’s also the Indian Ocean Rim Association (IORA) Summit which invite 21 members countries that gathered in Jakarta. Since the establishment in 1977, IORA works to enhance economic cooperation for the 21 member countries situated across the Indian Oceania key maritime trade highway. The organization has established 6 (six) focus pillars, consisting of maritime, transportation and logistics safety and security; trade and investment facilitation; fisheries management; disaster-risk management; technology and education; and tourism and cultural exchange. Further, the regional organization also focused on 2 (two) cross-cutting issues, namely gender empowerment and the blue economy, which focus on transportation and logistics maritime development based on the principles of social inclusion, environmental sustainability and innovative, also dynamic business models.

Pekan lalu, telah di selenggarakan juga Indian Ocean Rim Association Summit (IORA) yang merupakan forum internasional dengan undangan 21 negara anggota dan tahun ini dilaksanakan di Jakarta. Sejak berdirinya pada tahun 1977, IORA bekerja untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antar ke-21 negara anggota, yang menghimpun seluruh area India-Oceania demi menjaga perdagangan maritim yang adil. Organisasi ini telah membentuk enam (6) fokus pilar, yang terdiri dari transportasi dan logistik maritime dengan tingkat keselamatan dan keamanan yang baik; fasilitas perdagangan dan investasi; pengelolaan sistem perikanan; manajemen risiko bencana; teknologi dan pendidikan; serta pariwisata dan pertukaran budaya. Selanjutnya, organisasi regional ini juga akan fokus pada dua (2) isu lintas sektoral, yaitu gender dan pemberdayaan “ekonomi biru”, yang fokus pada pembangunan transportasi dan logistik maritim berdasarkan prinsip-prinsip inklusi sosial, kelestarian lingkungan dan inovatif, juga model bisnis yang dinamis.

Now Reed Panorama Exhibition as an Organizer are planning to create upcoming Transportation and Logistics event for 2017. This year, we will also highlight about Logistics Bonded Center (PLB), Bonded Zone (KB) and Authorized Economic Operator (AEO). For The Transportation Zoning, We have Indonesia Trucks and Commercial Vehicles (ITCV), IndoAirport and Indonesia Maritime Logistics. For more information about “Indonesia Logistics & Maritime Week”, please visit ITSCL & ILI, JILSE & ITCV Official Website: http://www.transport-supplychain-logistics.co.id. Every visitor can access update information about ITSCL & ILI, JILSE & ITCV 2017, Logistics News update, Free Download Logistics Knowledge Materials and many more. ITSCL & ILI, JILSE, & ITCV 2017 also have social media to connect with all logisticians around the world.

Sekarang Reed Panorama Exhibition sebagai Organizer berencana untuk membuat event Logistik dan Transportasi lanjutan untuk tahun 2017. Pameran ini tentunya akan kembali meng-ekspos mengenai Pusat Logistics Berikat (PLB), Kawasan Berikat (KB) serta Authorized Economic Operator (AEO). Mengenai Zina Transportasi, Kami memiliki Indonesia Trucks and Commercial Vehicles (ITCV), IndoAirport dan Indonesia Maritime Logistics. Untuk informasi lebih lanjut mengenai “Indonesia Logistics & Maritime Week”, silahkan kunjungi ITSCL & ILI, JILSE & ITCV Official Website: http://www.transport-supplychain-logistics.co.id. Setiap pengunjung dapat mengakses informasi pembaruan tentang ITSCL & ILI, JILSE & ITCV 2017, Logistik Berita pembaruan, Free Download Logistik Bahan Pengetahuan dan banyak lagi. ITSCL & ILI, JILSE, & ITCV 2017 juga memiliki media sosial untuk terhubung dengan semua logistik di seluruh dunia.

Source: www.bisnis.com ; www.thejakartapost.com

Picture source: www.google.com ; www.thejakartapost.com

We use cookies to operate this website and to improve its usability. Full details of what cookies are, why we use them and how you can manage them can be found by reading our Privacy & Cookies page. Please note that by using this site you are consenting to the use of cookies.